12 Oktober 2018

Belajar dari Lapangan: Mahasiswa TBIN B IAIN Madura Asah Reportase di Arek Lancor


Pagi di Arek Lancor Pamekasan itu tidak hanya milik para pejalan santai. Di antara hiruk pikuk warga, sekelompok mahasiswa tampak sibuk memburu cerita—mencatat, mewawancarai, dan mengamati. Bagi mereka, ruang terbuka bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan kelas hidup untuk belajar memahami jurnalisme secara nyata.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Minggu pagi, 7 Oktober 2018, suasana di Arek Lancor Pamekasan tampak sedikit berbeda. Di tengah lalu lalang warga yang menikmati akhir pekan, sekelompok mahasiswa terlihat sibuk mencatat, mengamati, dan sesekali berbincang dengan orang-orang di sekitar. Mereka bukan sekadar pengunjung, melainkan mahasiswa IAIN Madura dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) kelas B yang tengah menjalani kuliah lapangan.

Kegiatan ini menjadi pertemuan kedua dalam format kuliah outdoor, setelah pekan sebelumnya aktivitas serupa dilakukan bersama mahasiswa TBIN kelas A. Namun kali ini, pendekatan yang digunakan terasa lebih aplikatif. Jika sebelumnya fokus pada pengenalan konsep, maka pada pertemuan ini mahasiswa didorong untuk lebih berani turun langsung—menemukan ide, menggali informasi, dan berinteraksi dengan narasumber di ruang publik.

Materi yang diangkat tetap sama, yakni teknik reportase dan peliputan berita. Namun, proses pembelajarannya dikemas lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mendengar penjelasan di dalam kelas, tetapi diajak menyelami praktik jurnalisme secara langsung. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing dengan tugas yang telah dirancang sebelumnya: mencari isu, menentukan sudut pandang, hingga melakukan wawancara dengan masyarakat sebagai sumber informasi.

Di bawah rindangnya pepohonan alun-alun, proses belajar itu berlangsung hidup. Ada yang tampak serius mencatat hasil wawancara, ada pula yang mencoba membangun percakapan agar narasumber lebih terbuka. Dari aktivitas sederhana itu, mahasiswa perlahan belajar bahwa jurnalisme bukan sekadar menulis, tetapi juga soal kepekaan membaca situasi dan kemampuan menjalin komunikasi.


Melalui praktik ini, mahasiswa diperkenalkan pada prinsip dasar jurnalisme: mencari informasi yang relevan, menangkap isu yang berkembang, menembus sumber yang kredibel, lalu mengolahnya menjadi tulisan yang layak dibaca publik. Pengalaman lapangan semacam ini menjadi penting, karena di situlah teori bertemu realitas.

Lebih dari sekadar tugas akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang latihan bagi mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri. Mereka belajar bagaimana mengajukan pertanyaan, mendengarkan dengan saksama, dan merangkai fakta menjadi sebuah cerita yang utuh.

Di tengah dinamika ruang publik seperti Arek Lancor, mahasiswa TBIN B tidak hanya belajar menjadi penulis berita, tetapi juga menjadi pembaca realitas sosial. Sebab pada akhirnya, jurnalisme yang baik lahir dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

#selamatBelajarSuksesSelalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar di Kampung Inggris

Dari pertigaan Bluto hingga Pare, sebuah pilihan menunda kuliah demi mempedalam bahasa Inggris sebagai bekal masa depan. -------------------...